KACAREALITA, PALANGKA RAYA –  Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG), mengajak seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk bersatu menyuarakan hak atas pelayanan kelistrikan yang layak dan stabil. Seruan ini disampaikan menyusul berlanjutnya pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, tanpa adanya penjelasan resmi maupun kepastian solusi dari pihak PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Tengah.

Pemadaman yang berlangsung tidak menentu dan berdurasi cukup panjang ini dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat: aktivitas belajar mengajar terganggu, pelaku usaha mengalami kerugian materiil, hingga aktivitas rumah tangga dan pelayanan dasar menjadi terhambat. Padahal, masyarakat telah membayar tagihan listrik secara tertib sesuai dengan tarif yang berlaku.

“Sampai saat ini, belum ada kejelasan yang transparan dari PLN mengenai apa penyebab gangguan, berapa lama hal ini akan berlangsung, serta langkah konkret apa yang sedang dilakukan untuk mengatasinya. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang terbuka dan jaminan pelayanan yang baik,” ujar Joseph selaku korlap.

Ia menegaskan bahwa kelistrikan merupakan kebutuhan dasar yang dijamin haknya oleh peraturan perundang-undangan. Ketidakpastian pelayanan yang berlangsung terus-menerus tanpa komunikasi yang baik adalah bentuk pengabaian terhadap hak publik yang sudah seharusnya dilayani dengan penuh tanggung jawab.

Berdasarkan hal tersebut, Joseph mengajak seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk:

  1. Menyampaikan keluhan dan aspirasi secara tertib, damai, dan tetap menjaga ketertiban umum;
  2. Bersatu menuntut transparansi informasi mengenai penyebab, jadwal perbaikan, dan pemulihan pasokan listrik dari pihak PLN;
  3. Meminta kepastian waktu normalisasi serta keadilan berupa kompensasi yang layak bagi warga yang mengalami kerugian;
  4. Mengajak pemerintah daerah untuk turun tangan memediasi dan mengawasi kinerja penyedia layanan kelistrikan demi kepentingan masyarakat luas.

 

Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) juga menyatakan siap menjadi wadah penyatuan aspirasi masyarakat, serta mendorong diadakannya pertemuan terbuka antara perwakilan warga, pihak PLN, dan pemerintah daerah guna merumuskan solusi yang nyata dan berkelanjutan.

“Kami berharap PLN segera merespons dan memberikan penjelasan yang jujur serta langkah perbaikan yang cepat. Masyarakat Palangka Raya berhak mendapatkan pelayanan kelistrikan yang stabil dan dapat diandalkan,” tegas Joseph.